Apa itu Fase Terrible Two?

Fase terrible two adalah masa perkembangan balita yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis, perilaku membangkang, hingga ledakan emosi atau tantrum yang cukup hebat. Masa ini biasanya dimulai saat anak menginjak usia dua tahun dan merupakan tanda bahwa mereka sedang berusaha membangun kemandirian serta mengeksplorasi batas-batas di lingkungannya.

Anda akan melihat si Kecil yang semula penurut tiba-tiba menjadi sangat keras kepala karena mereka mulai menyadari bahwa mereka memiliki keinginan sendiri yang berbeda dari keinginan orang tuanya.

Apa Itu Sebenarnya Fase Terrible Two?

Fase ini merupakan tahap perkembangan normal pada balita di mana mereka mulai menunjukkan keinginan untuk mandiri dan memiliki kontrol atas dirinya sendiri. Anak usia dua tahun sedang berada dalam masa transisi besar dari bayi yang bergantung penuh kepada Anda menjadi individu yang ingin melakukan segalanya sendiri. Meskipun namanya menggunakan kata “terrible” atau mengerikan, masa ini sebenarnya adalah bukti bahwa perkembangan kognitif dan sosial anak sedang berjalan dengan sangat pesat.

Anda mungkin melihat si Kecil mulai sering mengucapkan kata “tidak” atau “nggak mau” sebagai bentuk penegasan diri mereka. Kondisi ini muncul karena otak mereka sudah mampu memproses keinginan, namun mereka belum memiliki kemampuan emosional untuk mengendalikan kekecewaan saat keinginan tersebut tidak terpenuhi. Hal ini merupakan bagian alami dari proses pendewasaan yang dialami oleh hampir semua balita di seluruh dunia tanpa terkecuali.

Fase ini biasanya mencapai puncaknya pada usia 2-3 tahun dan akan menurun secara alami setelah usia 4 tahun seiring dengan matangnya kemampuan bahasa anak.

Mengapa Anak Menjadi Sangat Emosional di Usia 2 Tahun?

Ledakan emosi yang terjadi pada usia ini biasanya disebabkan oleh kesenjangan antara apa yang ingin anak lakukan dengan apa yang secara fisik atau bahasa mampu mereka lakukan. Anak mungkin ingin memakai sepatu sendiri atau mengambil mainan di tempat tinggi, namun otot-otot motorik mereka belum cukup kuat untuk menyelesaikannya. Menurut penjelasan dari Alodokter, rasa frustrasi yang menumpuk akibat keterbatasan ini akhirnya keluar dalam bentuk tangisan atau teriakan yang meledak-ledak.

Selain keterbatasan fisik, kemampuan bahasa yang masih sangat minim juga menjadi pemicu utama anak menangis tanpa sebab yang jelas bagi orang dewasa. Mereka tahu apa yang mereka rasakan, tetapi belum bisa merangkai kalimat untuk menjelaskan rasa lapar, lelah, atau kesal tersebut kepada Anda. Data dari Kemkes menyebutkan bahwa hambatan komunikasi ini kerap membuat anak merasa tidak dimengerti sehingga mereka menggunakan aksi fisik untuk menarik perhatian Anda.

Bagaimana Cara Menghadapi Fase Terrible Two?

Menghadapi perilaku anak yang sedang meledak-ledak membutuhkan ketenangan yang luar biasa agar situasi tidak semakin memburuk. Anda dapat mencoba memberikan pilihan-pilihan kecil kepada si Kecil agar mereka merasa memiliki kendali, misalnya menawarkan dua jenis baju yang boleh mereka pilih sendiri. Langkah sederhana ini memberikan rasa mandiri pada anak tanpa harus mengabaikan aturan atau batasan keamanan yang sudah Anda tetapkan di rumah.

Cara-cara menghadapi fase Terrible Two:

  1. Tetap Tenang dan Konsisten – Anak belajar dari cara Anda bereaksi, jadi usahakan suara Anda tetap stabil saat mereka sedang emosi.
  2. Berikan Pilihan Terbatas – Hindari pertanyaan terbuka, melainkan berikan dua pilihan pasti untuk memberikan rasa kendali pada anak.
  3. Alihkan Perhatian – Sebelum ledakan emosi memuncak, ajak anak melihat hal menarik lain atau pindah ke ruangan yang berbeda.
  4. Puji Perilaku Baik – Berikan apresiasi saat anak berhasil mengendalikan emosinya atau mau mengikuti instruksi Anda dengan tenang.
  5. Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi – Pastikan anak tidak sedang lapar atau mengantuk karena kondisi fisik yang tidak nyaman memicu perilaku buruk.

Kapan Anda Perlu Merasa Khawatir dengan Perilaku Anak?

Meskipun perilaku ini wajar, Anda tetap perlu memperhatikan frekuensi dan intensitas ledakan emosi yang dialami oleh buah hati tercinta. Jika perilaku membangkang ini disertai dengan tindakan menyakiti diri sendiri atau orang lain secara terus-menerus, bantuan profesional mungkin diperlukan. Menurut artikel dari Halodoc, evaluasi mendalam membantu memastikan apakah perilaku tersebut murni bagian dari perkembangan usia atau terdapat faktor lain seperti gangguan sensorik.

Anda dapat mulai mencatat kapan biasanya ledakan emosi itu muncul dan apa yang menjadi pemicu utamanya setiap hari. Catatan ini akan sangat bermanfaat saat Anda melakukan konsultasi dengan dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu Anda dan si Kecil melewati masa menantang ini dengan lebih harmonis dan minim stres bagi seluruh anggota keluarga.

Kadangkala orang tua menjadi frustasi menghadapi fase ini, sangat penting bagi setiap orang tua untuk memiliki pendamping ahli seperti dokter atau psikolog yang dapat mendampingi mama papa menghadapi setiap fase perkembangan anak yang penuh tantangan.

Ketika minim pengetahuan parenting skill maka orang tua akan cenderung menjadi frustasi. Di sekolah alam balita rumah cilandak, setiap orang tua siswa akan didampingi oleh tenaga ahli baik psikolog, kepala sekolah, guru paud, maupun dokter anak, melalui berbagai seminar, kulwap atau konseling khusus. Sehingga orang tua mendapatkan panduan dan bimbingan bagaimana seharusnya memberi respon yang tepat pada balita sehingga orang tua dan anak dapat melewati setiap fase perkembangan tanpa terasa beban.

Memahami seluk beluk fase terrible two membantu Anda memberikan dukungan emosional yang tepat bagi masa transisi si Kecil menuju kemandirian.

Apakah mama papa membutuhkan konsultasi lebih banyak terkait tumbuh kembang Ananda dan program pendidikan anak usia dini? Jangan ragu untuk menghubungi school representative  sekarang juga melalui www.sekolahalambalita.com atau instagramnya di rumahanakcilandak, agar dapat dibantu untuk jadwalkan konsultasinya secara free!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *